Kecapekan Bisa Sebabkan Diabetes

Kecapekan Bisa Sebabkan Diabetes ,- Waspada jika Anda sering mengalami kecapekan atau kelelahan yang berat, karena bisa sebabkan diabetes. Berikut penjelasannya !

Kecapekan Bisa Sebabkan Diabetes

Kecapekan / Kelelahan bisa dialami oleh siapa saja. Kondisi ini wajar dialami setiap orang. Pada dasarnya kecapekan dapat timbul akibat stress yang berlebihan. Kondisi ini diperburuk saat seseorang yang kurang istirahat namun tetap ‘rajin’ merokok, minum suplemen dan minuman berenergi yang mengandung ginseng serta kafein. Kelelahan juga dapat terjadi karena terlalu memaksakan keadaan fisik dan mental kita untuk bekerja secara terus menerus tanpa istirahat yang cukup.

Namun, jika Anda sering merasa lelah padahal sudah cukup istirahat, hati-hati bisa saja Anda terkena simdrom suatu penyakit, seperti misalnya diabetes.

Alasan Kelelahan / Kecapekan Bisa Sebabkan Diabetes

Kecapekan Bisa Sebabkan Diabetes ,- Alasannya karena diabetes dan kelelahan memiliki kaitan yang erat sehingga membuat hidup para diabetesi (orang dengan diabetes) menjadi kurang nyaman.  Bahkan sebuah studi mengatakan bahwa ada kemungkinan salah satu alasan pada hubungan diabetes dengan kelelahan adalah peristiwa perubahan dalam kadar glukosa darah. Perubahan metabolisme glukosa dapat menyebabkan episode hiperglikemik / hipoglikemia akut dan kronis. Perubahan ini dapat mempengaruhi kelelahan secara terpisah atau bersamaan. Kehadiran komplikasi diabetes jangka pendek dan jangka panjang dan gejala nya, termasuk gejala hipo atau hiperglikemia, penyakit jantung, neuropati, atau retinopati, juga telah dikaitkan dengan peningkatan kelelahan.

Lain halnya dengan laman prevention.com, yang menyebutkan bahwa kelelahan menjadi salah satu tanda dari risiko diabetes. Sejumlah penelitian menemukan bahwa kebanyakan penderita diabetes akan sering merasa lelah, merasa haus berlebih meski telah minum air cukup dan tidur cukup.

Para ahli menyebutkan bahwa sekitar 42% penderita diabetes tipe 2 akan merasa kelelahan walau mereka sudah memiliki waktu istirahat cukup dan aktivitas fisik yang tidak terlalu banyak. Lalu, kenapa lelah bisa menjadi tanda dari risiko diabetes atau penderita diabetes lebih rentan terhadap kelelahan?

Dr. Joel Zonszein, seorang direktur Clinical Diabetes Center di University Hospital of The Albert Einstein College of Medicine di New York menyebutkan bahwa kadar gula yang tinggi dalam tubuh adalah penyebab dari kelelahan. Tidak adanya keseimbangan antara glukosa dan insulin dalam tubuh meningkatkan risiko kelelahan.

Peneliti mengungkapkan bahwa seseorang yang sering lelah atau bahkan merasa kelelahan sepanjang hari dibarengi dengan rasa haus berlebih, ini bisa menjadi tanda dari risiko diabetes. Meski begitu, kelelahan juga bisa disebabkan oleh banyak hal lain seperti dehidrasi, risiko anemia, gerak tubuh berlebih dan tulang leher dan punggung mengalami masalah. ( baca juga : kanker kulit dan cara pencegahannya )

Bagi penderita diabetes, ada baiknya mereka rajin melakukan olahraga, menjaga asupan nutrisi makanan yang sehat dan bergizi seimbang, dan menjaga stress dengan lebih baik demi mencegah datangnya sensasi lelah berlebihan ini. Ingat, jangan segan untuk memeriksakan diri ke dokter jika menemukan tubuh kamu tidak nyaman atau tidak sehat. Semoga artikel mengenai kecapekan bisa sebabkan diabetes yang telah kami share ini dapat bermanfaat 🙂

Iklan

Mengenal Kanker Kulit dan Cara Pencegahannya

Pada kesempatan kali ini kita akan Mengenal Kanker Kulit dan Cara Pencegahannya dengan cara yang alami, supaya kita terhindar dari penyakit kanker kulit melanoma.

Mengenal Kanker Kulit : Penyebab dan Gejalanya

Mengenal Kanker Kulit dan Cara PencegahannyaKanker Kulit merupakan sebuah kondisi kelainan sel DNA yang tidak normal di kulit manusia, dan secara umum menyerang sel tubuh sehat dengan ganas. Kelainan ini menyebabkan sel tumbuh dengan tidak terkendali dan membentuk massa sel kanker. Sebagian besar kerusakan DNA di sel kulit diakibatkan dari radiasi ultraviolet (UV) yang ditemukan di sinar matahari. Namun tidak menutup kemungkinan kulit yang tidak terkena sinar mata juga bisa terkena kanker kulit. Contoh bagian kulit yang biasa terkena kanker : kulit kepala, wajah, bibir, telinga, leher, dada, lengan, dan tungkai.

Secara umum, dunia medis membagi kanker kulit menjadi beberapa jenis yaitu sel basal dan squamous, melanoma, sel merkel, limfoma kulit, dan kaposi sarcoma. Setiap jenis kanker kulit ini memiliki diagnosis, perawatan dan prognosis yang berbeda.

Di AS, berdasarkan data American Cancer Society, kanker kulit merupakan jenis penyakit kanker yang paling banyak diderita. Sedangkan di Indonesia, jumlah penderita kanker kulit masih di bawah kanker payudara, usus, paru-paru, serviks atau prostat.

Menurut laporan Cancer.org, sebagian besar kanker kulit berkembang perlahan dan memiliki gejala yang tak disadari. Hanya sebagian kecil kanker kulit yang menimbulkan rasa sakit dan biasanya muncul saat sudah dalam stadium lanjut. Berikut beberapa merupakan gejala kanker kulit yang dapat diwaspadai:

1. Terdapat perubahan di area kulit

Perubahan di area kulit baik itu ukuran, bentuk dan warna dapat menjadi penanda adanya kelainan. Adanya perubahan pada tahi lalat, kerutan, luka, benjolan, bintik-bintik dan tanda lainnya mesti diwaspadai.

2. Tahi lalat menunjukkan perubahan

Tahi lalat dapat berubah pada penderita kanker kulit, misalnya perubahan pada bagian ujung atau lingkar tahi lalat menjadi tidak beraturan, tidak rata, berlekuk atau semakin buram. Perubahan warna juga patut dicermati. Tahi lalat dapat menjadi kecoklatan, merah, merah muda, putih, hingga membiru.

3. Rasa gatal dan nyeri

Munculnya sensasi yang tak biasa seperti gatal dan nyeri juga menunjukkan tanda kanker kulit. Rasa gatal ini umumnya diikuti dengan luka atau permukaan kulit yang menjadi kasar.

4. Sakit yang tidak sembuh

Luka atau terdapat sakit di kulit yang tak kunjung sembuh juga dapat menjadi gejala dari kanker kulit. Jika luka tak menunjukkan perbaikan dalam dua pekan, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter. ( Baca juga : Fakta dan mitos timun suri )

Cara Pencegahan Kanker Kulit

ArtikelSehatAlami77 ,-  Kanker kulit tidak berbahaya, tetapi bukan berarti tanpa resiko. Oleh karena itu, segeralah cegah dari sekarang agar terhindar dari penyakit kanker kulit. Ada banyak cara dalam mencegah kanker kulit  yang dapat diusahakan sendiri, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Menghindari kulit dari sinar matahari langsung antara pukul 10 pagi sampai jam 4 sore.
  2. Hindari tanning (mencoklatkan kulit).
  3. Hindari proses pemutihan kulit berlebihan.
  4. Hindari penggunaan make up yang sudah kadaluarsa.
  5. Hindari paparan toksin atau racun pada kulit.
  6. Memberikan nutrisi pada kulit dengan cukup.
  7. Menggunakan sunscreen sebelum bepergian.
  8. Usahakan selalu di tempat yang teduh.
  9. Waspada terhadap awan.
  10. Gunakan kacamata hitam.
  11. Perbanyak konsumsi vitamin C, E, B3 dan D

Nah itulah ulasan terkait Mengenal Kanker Kulit dan Cara Pencegahannya yang bisa saya share, semoga bermanfaat 🙂

Ciri2 Diabetes Tipe 2

Mengenal gejala, tanda, dan Ciri2 Diabetes Tipe 2 yang harus kita ketahui, agar kita dapat mencegahnya sejak dini.

Artikel Sehat Alami ,- Diabetes tipe 2 adalah bentuk diabetes yang paling umum. Diabetes tipe 2 dapat berkembang pada usia berapapun, meskipun lebih sering terjadi pada orang dewasa setengah baya dan yang lebih tua. Tetapi apa tanda dan gejala awal dari kondisi ini?

Diabetes tipe 2 menghasilkan kadar gula darah yang tinggi dan diyakini mempengaruhi 29,1 juta orang Amerika. Ini menyumbang hingga 95 persen dari semua kasus diabetes, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

Dalam artikel ini, kami mengeksplorasi tanda-tanda awal dan gejala diabetes tipe 2. Kami juga melihat faktor risiko yang terkait dan komplikasi potensial dari kondisi tersebut.

Kenali Gejala dan Ciri2 Diabetes Tipe 2

Ciri2 Diabetes Tipe 2

Ciri2 Diabetes Tipe 2 ,- Ada sejumlah gejala diabetes tipe 2 yang harus disadari oleh orang-orang. Kesadaran akan hal ini dapat membantu mereka mendapatkan saran dan diagnosis yang mungkin. Semakin cepat seseorang dengan diabetes tipe 2 didiagnosis, semakin cepat mereka dapat memulai perawatan untuk mengelola kondisi tersebut. Berikut ini adalah tanda dan gejala diabetes tipe 2 diantaranya:

  1. Sering buang air kecil dan meningkatkan rasa haus: Ketika kelebihan glukosa menumpuk di aliran darah, cairan ditarik dari jaringan tubuh. Haus yang berlebihan terjadi, menyebabkan penderita diabetes tipe 2 minum dan buang air kecil lebih banyak.
  2. Meningkatnya rasa lapar: Pada diabetes tipe 2 tubuh tidak memiliki cukup insulin untuk mengirim glukosa ke sel. Ini berarti otot-otot dan organ-organ habis energi, sehingga meningkatkan rasa lapar.
  3. Berat badan: Insulin yang tidak cukup memaksa tubuh untuk mulai membakar lemak dan otot untuk energi. Ini menyebabkan penurunan berat badan.
  4. Kelelahan: Ketika sel-sel dibiarkan tanpa glukosa yang cukup, tubuh menjadi lelah. Kelelahan adalah salah satu gejala diabetes yang paling melemahkan, karena mengganggu kehidupan sehari-hari.
  5. Penglihatan kabur: Jika glukosa darah terlalu tinggi, cairan dapat ditarik dari lensa mata, menyebabkan pembengkakan. Penglihatan kabur umumnya bersifat sementara, tetapi itu mempengaruhi kemampuan untuk melihat dengan jelas.
  6. Infeksi dan luka: Diabetes tipe 2 memperlambat waktu pemulihan dari infeksi dan luka. Orang dengan diabetes tipe ini memerlukan waktu lebih lama untuk sembuh karena sirkulasi darah buruk dan mereka mungkin memiliki defisit nutrisi lainnya.

Setidaknya 25,9 persen lansia (mereka yang berusia 65 dan lebih tua) di AS menderita diabetes, dan mereka mungkin memiliki beberapa atau semua gejala klasik diabetes tipe 2. Gejala awal diabetes yang klasik dapat berupa luka yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh. Kebanyakan orang tidak mengalami gejala sejak dini dan mungkin tidak memiliki gejala selama bertahun-tahun.

Tanda awal kemungkinan diabetes tipe 2 adalah kulit yang gelap pada area tubuh tertentu, termasuk: leher, siku, lutut, tulang ketuk jari. Beberapa gejala awal diabetes yang klasik termasuk: sering kandung kemih, ginjal, atau infeksi kulit, luka yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh, kelelahan, kelaparan ekstrim, peningkatan rasa haus, frekuensi kencing
penglihatan kabur, dan lain sebagainya. Ciri2 Diabetes Tipe 2

Prediabetes dan Pencegahan Diabetes

Ciri2 Diabetes Tipe 2

Prediabetes diindikasikan oleh kadar glukosa darah yang sedikit lebih tinggi dan merupakan faktor risiko untuk diabetes tipe 2.

Satu laporan tahun 2016 yang diterbitkan dalam The Journal of American Board of Family Medicine melihat survei 2012 terhadap orang yang berusia 45 dan lebih tua dan menemukan 33,6 persen memiliki pradiabetes. Terlepas dari kenyataan orang-orang ini memiliki pradiabetes, tidak ada catatan dalam grafik medis mereka mengenai rekomendasi modifikasi gaya hidup dan tidak ada obat yang diresepkan.

Laporan CDC bahwa setidaknya 86 juta orang dewasa Amerika memiliki pradiabetes. Sebagian besar dari mereka bersedia untuk berbicara dengan dokter mereka tentang pencegahan diabetes.

Sebuah studi tahun 2016 dari Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern di Feinberg di Chicago mengeksplorasi bagaimana orang dewasa dengan pradiabetes memandang risiko untuk perkembangan diabetes. Itu juga melihat sikap mereka terhadap peluang potensial untuk mencegah diabetes.

Banyak orang yang ditanyai telah salah menilai faktor risiko dan tidak akrab dengan modifikasi gaya hidup dan pilihan perawatan. Namun, mereka terbuka untuk mendiskusikan peluang pencegahan.

Semoga gejala, tanda dan Ciri2 Diabetes Tipe 2 diatas bisa bermanfaat 🙂 Baca juga > 5 Buah Penurun Asam Urat Dengan Cepat